Cek Trading Plan dan Rekomendasi Saham UNTR, ADMR, MBMA dari Ajaib Sekuritas Berikut

 S&P Global memotret industri manufaktur Indonesia tetap berada pada zona ekspansif hingga tutup tahun lalu. Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur pada Desember 2023 berada di level 52,2 yang memberikan cerminan bahwa ekonomi Indonesia masih solid.

Pada tahun 2024, Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengejar target yang cukup agresif untuk mendongkrak pertumbuhan industri manufaktur. Di Tahun Naga Kayu ini, Kemenperin membidik target pertumbuhan industri pengolahan sebesar 5,80%, lebih tinggi dari target tahun 2023 di angka 4,81%.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih menyoroti aktivitas industri manufaktur cenderung ditopang oleh kokohnya kondisi ekonomi domestik. Di sisi lain, neraca dagang Indonesia tercatat surplus dalam 44 bulan beruntun. Meski ada catatan bahwa sepanjang tahun 2023 tren surplus neraca dagang domestik mengalami koreksi akibat penurunan harga komoditas non-migas.

Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham CRAB, AKRA, ASII, EXCL untuk Perdagangan Senin (22/1)

Adapun, tingkat ekspor pada industri pengolahan berkontribusi 72,24% terhadap total ekspor di sepanjang tahun lalu, terkoreksi 9,26% (YoY).

"Penurunan tersebut sejalan dengan tingkat suku bunga tinggi di berbagai negara sehingga menyebabkan melemahnya konsumsi," ujar Ratih kepada Kontan.co.id, Minggu (21/1).

Namun, Ratih melihat optimisme pelaku usaha meningkat setelah adanya titik terang potensi pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 75 basis points (bps) yang diproyeksikan terjadi pada semester II- 2024. Ratih lantas menyoroti target realisasi investasi Indonesia pada tahun 2024 yang mencapai Rp 1.650 triliun, naik 17,8% dari target tahun lalu.

Di tengah target agresif pertumbuhan industri manufaktur serta target investasi tersebut, Ratih melihat hal tersebut bisa memberikan katalis positif bagi emiten di sejumlah sektor. Terutama di sektor manufaktur, mineral dan metal mining, serta sektor pendukungnya.

Baca Juga: Pemerintah Kejar Pertumbuhan Industri Manufaktur, Saham-Saham ini Layak Jadi Pilihan

Hanya saja, pada awal tahun 2024 ini kinerja saham sektor industri dan material dasar belum bergerak signifikan. Ratih menduga situasi ini akibat pelaku pasar masih cenderung wait and see menjelang pemilu pada Februari 2024 mendatang.

Meski begitu, Ratih menilai pelaku pasar dapat mengambil peluang, khususnya untuk memanfaatkan momentum pemberian dividen sebagai pertimbangan akumulasi. Pasalnya, beberapa saham dalam sektor tersebut rutin membagikan dividen dengan yield yang kompetitif.

Mempertimbangkan proyeksi tersebut, berikut rekomendasi saham dan trading plan yang secara teknikal layak dipertimbangkan sebagai pilihan investasi:

1. PT United Tractors Tbk (UNTR)

Rekomendasi buy pada area Rp 24.000 dengan target harga pada resistance di level Rp 25.900 serta pertimbangkan support di level Rp 23.000.

2. PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR)

Rekomendasi buy di area Rp 1.295 dengan target harga pada resistance di level Rp 1.380 serta pertimbangkan support di level Rp 1.250.

3. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)

Rekomendasi buy di area Rp 690 dengan target harga pada resistance di level Rp 740 serta pertimbangkan support di level Rp 640.


Sumber: kontan.co.id

Komentar